Kick dan Pengendalian Sumur (Well Control)

Tekanan formasi pada satu kedalaman adalah setimbang atau sedikit lebih ditahan oleh tekanan hidrostatik dari lumpur pengeboran. Apapun dari formasi tidak keluar dari tempatnya.

Akan tetapi bila tekanan formasi sudah mengalahkan tekanan hidrostatik dari lumpur maka apapun yang ada didalam batuan dapat keluar ke lubang sumur. Pada tahap ini, kick masih dapat dikendalikan. Tidak perlu panik, hanya saja perlu sedikit kuatir.

Manakala blowout, tidak terdeteksi hingga saatnya sudah terlambat, cairan kick sudah keluar dari lubang dan sumur tidak dapat lagi dikendalikan. Peralatan dan teknik terkini seharusnya sudah bisa mencegah blowout, tapi nyatanya tetap bisa terjadi.

Berikut ini adalah penyebab dari terjadinya kick :

  1. kepadatan dari cairan pengeboran terlampau rendah
  2. gagal untuk mengisi lubang secukupnya. Perhatikan, terlebih pada saat trips.
  3. menurunnya tekanan hidrostatik ketika pipa dicabut – swabbing effect
  4. menurunnya tekanan hidrostatik dikarenakan cairan pengeboran masuk ke formasi atau yang dsebut sebagai loss of circulation.
  5. mengebor memasuki daerah permeabel yang memiliki tekanan yang abnormal

Sifat-sifat fisik dari suatu kick:

ketika cairan formasi memasuki lubang sumur dengan kelajuan yang bergantung pada permeabilitas dari formasi, sepanjang zone permeabel tersebut menjadi terekspos sehingga terbentuk perbedaan tekanan antara formasi dengan lubang sumur. Cairan kick tadi memasuki kolom lumpur, gas yang tadinya sedikit begitu mengalir akan mengalami ekspansi. Ekspansi gelembung gas ini akan mengotori sebagian besar dari kolom lumpur sedemikian hingga mengurangi tekanan hidrostatik yang pada gilirannya mengakibatkan semakin banyaknya cairan formasi yang mengalir keluar. Jika tidak diperiksa, cairan formasi akan menendang lumpur, hingga meniadakan sama sekali tekanan hidrostatik. Manakala sudah tidak ada lagi yang menahan cairan formasi maka sudah terjadi blowout.

Bagaimana cara mendeteksi blowout?

Apabila lumpur yang kembali dari lubang, lebih laju daripada lumpur yang masuk ke lubang (flow out > flow in), waspadalah. Selagi mengebor, perhatikan setiap kenaikan laju alir yang melalui jalur kembalinya lumpur atau setiap kenaikan yang tidak diharapkan pada level kolam lumpur. Jangan menunggu hingga kolam lumpur tumpah atau lumpur keluar dari kelly bushing. Bila itu terjadi maka sudah terlambat.
Banyaknya kick = penambahan pada kolam lumpur (pit)
Ketika mencabut pipa, tambahkan lumpur secukupnya untuk menggantikan volume pipa yang dicabut.

Setelah mendeteksi kick, apa yang harus dilakukan ”

Naikkan kelly, matikan pompa dan tutup BOP. Pompakan lumpur berat untuk kick mud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s