Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi

Reservoir minyak dan gas bumi (hidrokarbon) biasanya ditemukan pada batuan sedimen yang dibentuk oleh penumpukan/akumulasi dari partikel kecil seperti misalnya pasir. Selain penumpukan/penimbunan batu-batuan, juga tertimbun bahan-bahan organik. Selama jutaan tahun, proses ini berlangsung terus sehingga menghasilkan cekungan batuan yang tebalnya bisa mencapai ribuan kaki. Bahan-bahan organik yang ikut terperangkap tadi terpaparkan oleh tekanan dan suhu yang tinggi, berubah menjadi minyak dan gas bumi.

Minyak dan gas bumi yang terbentuk tadi, mengalir ke permukaan membonceng air tanah. Diperkirakan kurang lebih 90% dari minyak dan gas bumi tadi bermigrasi ke permukaan dan menguap. Dengan demikian hanya 10%-nya saja yang masih terperangkap di dalam bumi.

Minyak dan gas bumi yang terperangkap oleh batuan yang tidak bisa ditembus (impermeable), seperti shale, menimpa lapisan batuan yang banyak pori-porinya, seperti sandstone (pasir) dan limestone (gamping). Hidrokarbon dapat bermigrasi ke atas tapi terperangkap oleh batuan perangkap. Perangkap ini dihubung-hubungkan kepada patahan (fault) atau lipatan (fold). Pencarian minyak dan gas dimulai dari pencarian letak patahan dan lipatan pada cekungan sedimen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s